Tampilkan postingan dengan label my activities. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label my activities. Tampilkan semua postingan

Senin, 10 Juni 2013

Input -> Process -> Output


Hari Jumat tanggal 7 Juni 2013 saya menyelesaikan tugas terakhir saya sebagai mahasiswa. Tentunya kalian semua tahu bahwa ujian terakhir sebagai mahasiswa adalah sidang skripsi. Yaakk, Jumat kemarin saya telah menyelesaikan sidang skripsi saya. Ada beberapa hal yang ingin saya ceritakan terkait dengan penyelesaian skripsi saya.
You are what you share
Di awal perkuliahan alias semester pertama, saya hanya mendapatkan IP sebesar 2,98. Saya mendapatkan nilai yang begitu rendah karena saya tidak focus terhadap tugas saya sebagai mahasiswa. Hal tersebut menjadi tamparan yang sangat keras bagi saya dan akhirnya itu menjadi turning point bagi kehidupan perkuliahan saya. Semester 4 saya memutuskan untuk mengikuti pusat studi yang bernama Pojok Bursa. Di tempat itu lah saya mengasah kemampuan saya sebagai mahasiswa dan di tempat itu pula saya mulai memiliki prinsip “you are what you share”. Saya banyak berbagi ilmu yang saya pelajari dan membantu teman-teman saya yang kesulitan dengan tugas mereka. Cuma satu tujuan saya dalam melakukan hal tersebut yaitu belajar. Ketika kita belajar sehari sebelum ujian maka hal yang kita pelajari akan hilang sehari setelah ujian. Dengan membantu teman-teman kita, ilmu yang kita pelajari akan terus terasah. Kita akan menjadi semakin paham tentang ilmu yang kita pelajari dan konsekuensinya adalah kita tidak perlu repot-repot lagi belajar berat untuk menghadapi ujian atau bahkan untuk sidang. Selain itu, hal baik yang saya dapatkan dengan mengamalkan prinsip tersebut adalah datangnya bala bantuan ketika saya membutuhkan. Banyak teman-teman yang bersedia membantu saya dalam menyelesaikan skripsi saya dan itu adalah hal yang sangat melegakan. Ketika ujian sidang datang, saya dapat menjawab semua pertanyaan dengan baik dan juga akhirnya nilai saya menjadi lebih baik.
Doa dan dorongan orang tua
Dalam proses menyelesaikan skripsi kita haruslah banyak “meminta” kepada Tuhan kita. Banyaklah meminta doa kepada sekeliling kita. Jangan malu meminta untuk didoakan oleh teman-teman kita, pergilah ke tempat-tempat orang yang kurang beruntung dan berbagilah dengan mereka. Dan yang paling utama adalah jangan berhenti meminta untuk didoakan oleh orang tua kita.  Orang tua saya memiliki cara yang berbeda dalam memberikan dorongan dan doa kepada saya. Papah saya lebih cederung memaki ketidakmampuan saya dalam mengerjakan skripsi. Hal tersebut tentu sangat menyakitkan but I like how he motivates me. Mamah saya lebih memilih cara yang lebih halus. Beliau selalu memberikan air yang telah diberi doa setelah shalat Maghrib dan memberikan pelukan hangat ketika saya sedang mengerjakan. Tanpa doa dari mereka semua, saya tidak akan dapat menyelesaikan skripsi ini.
PHP
Dulu mungkin saya pernah bilang bahwa di PHP-in oleh mantan atau kecengan itu sangat menyakitkan tapi percayalah bahwa di PHP-in oleh dosen pembimbing itu adalah hal yang lebih menyakitkan. Banyak hal yang dapat membuat kita merasa di PHP-in oleh dosen seperti ketika kita telah membuat janji untuk bertemu dan ternyata dosen pembimbing kita gak datang, bias juga skripsi yang kita berikan ke dosen pembimbing tidak diperiksanya, tetapi yang paling menyakitkan adalah ketika dosen pembimbing kita berkata pada kita bahwa kita tidak usah menyelesaikan studi kita tepat waktu. Tentu tidak ada mahasiswa di dunia ini yang ingin studinya selesai tidak tepat waktu terkecuali mereka yang memiliki focus lain. Hal yang dapat kita lakukan adalah tetap serius mengerjakan apa yang seharusnya kita kerjakan walaupun apa yang terjadi. Saya mendapatkan quote untuk hal ini yaitu 
“harapan kita boleh naik turun tetapi semangat kita untuk mengerjakan skripsi ini harus tetap berada di lever tertinggi”. 
Mungkin karena semangat saya yang tidak pernah kendur itulah dosen pembimbing saya memutuskan untuk memberikan izin saya mengikuti sidang skripsi di menit-menit akhir.
Stress Management
Saat mengerjakan skripsi, tingkat stress kita akan sangat tinggi. Sebenarnya hal tersebut tidak akan menjadi suatu masalah apabila kita dapat mengendalikannya. Cara saya untuk mengendalikan stress saya agar tetap terjaga adalah dengan tetap seimbang, seimbang antara bermain dan belajar. Saya belajar dari hari Senin hingga Jumat dari pagi hingga Maghrib dan kemudian bermain setelahnya. Untuk hari Sabtu dan Minggu saya khususkan untuk menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman-teman. Jangan lupa bahwa sehari sebelum ujian sidang sebaiknya kita tidak belajar lagi. Saya memutuskan untuk bermain plants vs zombies sehari sebelum sidang.

 Setelah input dimasukkan dan proses dijalankan, maka keluarlah output. output yang baik akan muncul apabila input dan proses yang ada memiliki kualitas yang baik pula. Congratulations Bonny, you nailed it!!



Jumat, 31 Mei 2013

Mahasiswa Berprestasi

Awal Mei 2013 kemarin, saya mengikuti perlombaan mahasiswa berprestasi yang diselenggarakan oleh Kopertis IV. Terdapat 34 mahasiswa terpilih yang mengikuti tes karya ilmiah, kepribadian, ekstrakurikuler, dan Bahasa Inggris. Judul karya ilmiah saya adalah "Pemukiman Terintegrasi di Kota Bandung"

Sayangnya saya tidak lolos. 3 mahasiswa terbaik yang lolos ke tingkat nasional adalah mahasiswa yangberasal dari UNPAR, UNISBA, dan STBA.

Pengalaman Debat

Tahun 2012 lalu, saya pernah mengikuti lomba debat baik dalam Bahasa Inggris maupun Bahasa Indonesia. Malam ini, saya iseng-iseng melihat kembali foto-foto tentang pengalaman tersebut salah satunya lomba debat marketing di Perbanas dan lomba debat Bahasa Inggris NUEDC.

Grammar Class : Listening Skill

Ini adalah kegiatan kelas grammar yang dibimbing oleh saya. Kita sedang mengasah kemampuan kita dalam memecahkan soal-soal listening di dalam tes TOEFL Walaupun cuma ada dua murid tapi show must go on. Sharing itu menyenangkan loooohhhh

Minggu, 26 Mei 2013

SIBR 2013

Pada bulan Januari 2013, saya menghadiri acara seminar SIBR 2013 - Business Research di Kuala Lumpur Malaysia. Dalam seminar tersebut, saya mempresentasikan paper saya yang berjudul "The Influence of Capital Structure and Working Capital on Profitability in Telecommunication Industry 2007-2011"

Rasanya gugup karena saya pikir saya adalah satu-satunya mahasiswa yang mempresentasikan papernya. Tetapi ternyata ada juga beberapa mahasiswa dari ITB yang mempresentasikan paper mereka. Pengalaman yang sangat berharga bagi saya dapat merasakan mengikuti seminar internasional.

Indonesia Brand Forum 2013

20 Mei 2013 saya menghadiri Indonesia Brand Forum 2013 yang diselenggarakan oleh Mas Yuswohady. Tema acara tersebut adalah "Kebangkitan Nasional Kedua. Kebanggaan Merek Indonesia". Acara tersebut dihadiri oleh petinggi-petinggi perusahaan asli Indonesia yang juga pada acara tersebut menceritakan strategi perusahaan mereka dalam menghadapi perusahaan global asing.

Acara tersebut sangat menarik karena memotivasi kita untuk terus bangga menjadi rakyat Indonesia dan terus mengembangkan merek-merek asli Indonesia. Jaya terus Indonesia!!

Jumat, 07 Desember 2012

6 Star Characters


Pada hari Minggu 2 Desember 2012, saya dan beberapa teman saya menyempatkan diri untuk mengikuti program 55.000 Astra Berbagi Ilmu yang diselenggarakan oleh PT. Astra International Tbk. Ada beberapa hal yang saya dapatkan pada pertemuan itu yang tentunya membuat saya terpacu untuk menjadi lebioh baik lagi.
Pada pertemuan itu, Manajer HR PT Astra Buana menjelaskan bahwa ada 6 karakter dari individu yang dinilai perlu dimiliki suatu individu oleh Astra dan tentunya oleh perusahaan lain. 6 karakter tersebut adalh cerminan kualitas dari suatu individu. Apa saja 6 karakter itu?
1.       Trustworthy
Apa itu trustworthy? Trustworthy adalah ketika seseorang dipercaya oleh individu lainnya. Apa yang menyebabkan suatu individu dipercaya oleh individu lainnya? Kinerja dan kejujuran menjadi hal utama yang dapat menciptakan trustworthy. Kinerja yang baik akan membuat individu lain mempercayai kita dalam mengerjakansesuatu sehingga mereka tidak enggan untuk memberikan tugas kepada kita. Melaksanakan tugas dengan jujur juga menciptakan trustworthy dimana tidak ada seorang pun yang menyukai untuk dibohongi. Karena berbohong hanya akan menanam aib yang akan terbuka di masa depan.
2.       Humility
Yang dimaksud dengan humility adalah kerendahan hati dimana kerendahan hati juga menjadi salah satu kunci kesuksesan kita. Ketika kita terbuai dengan kekuasaan yang kita miliki maka suatu individu akan cenderung menggunakan kekuasaan tersebut untuk hal yang tidak baik. Hal ini tentu akan merusak hubungan kita dengan stakeholder kita. Dengan rendah hati, kita kita akan dapat lebih menghargai kinerja seseorang.
3.       Openness
Openness adalah keterbukaan. Mengapa keterbukaan penting dimiliki oleh seseorang? Karena dengan keterbukaan kita akan memperkaya cara pandang kita terhadap suatu objek. Kita dapat menilai suatu objek dengan berbagai pandangan yang tentunya akan menguntungkan kita pada situasi tertentu.
4.       Courage
Kebranian pun harus dimiliki oleh seseorang agar dapat lebih maju. Keberanian diperlukan agar seseorang dapat menunjukkan kepada semua khalayak tentang apa yang dimilikinya. Tanpa, kebranian maka kemampuan tersebut tidak akan bersinar. Tanpa keberanian, maka kita tidak akan maju untuk menjadi seseorang yang lebih baik
5.       Creativity
Semakin tua bumi ini maka semakin banyak permasalahan yang ada di dalamnya. Masalah-masalah tersebut tidak akan dapat terpecahkan apabila manusia yang hidup di dalamnya tidak memiliki pengetahuan dan tentunya juga kreativitas. Kreativitas penting bagi individu agar menciptakan sesuatu yang dapat membuat hidup menjadi lebih berarti.
6.       Compassionate
Inti dari compassionate adalah kita dapat menghargai sesuatu yang dihasilkan oleh orang lain. Rasa iba ini akan menuntun kita menjadi individu yang rendah hati. Tidak mudah mencela hasil kinerja seseorang.

Gabungan dari 6 karakter diatas dipercaya akan menuntun suatu individu menjadi individu yang lebih baik. Apabila kita menilik kembali 6 karakter diatas, apakah kita sudah memiliki 6 karakter tersebut? Let’s think J